Dari Belajar Otodidak Menjadi Agen Perubahan: Perjalanan Irma Sari Sianipar Menguatkan Posyandu Desa Pematang Lalang

“Mengubah orang itu harus pelan-pelan. Kalau sekali tidak didengar, saya coba lagi, kedua kali, ketiga kali.”

Bagi Irma Sari Sianipar, kader Posyandu Pasir Putih di Desa Pematang Lalang, perjalanan menjadi kader bukanlah hal yang mudah. Sebelum mendapatkan pendampingan dari Yayasan Nurani Luhur Masyarakat (YNLM), ia dan rekan-rekannya menjalankan tugas dengan pengetahuan yang terbatas. Mereka belum memahami pembagian tugas dan pencatatan Posyandu dengan baik, sehingga banyak hal harus dipelajari secara mandiri.

“Kami ditunjuk jadi kader, tapi tidak pernah ada pelatihan. Kami belajar otodidak, didampingi bidan, sebisanya saja,” kenang Irma.

Kehadiran YNLM melalui pelatihan dan pendampingan membuka kesempatan bagi Irma untuk meningkatkan pengetahuannya, mulai dari kebersihan, gizi anak, kesehatan ibu hamil, hingga kesehatan lansia. Pengetahuan tersebut tidak hanya diterapkan saat bertugas di Posyandu, tetapi juga dalam kehidupan keluarganya.

“Dulu saya kasih anak makan apa yang dia suka. Sekarang saya sudah bisa memilah mana yang sehat dan mana yang tidak,” ungkapnya.

Perubahan juga dirasakan dalam pelayanan Posyandu. Pencatatan menjadi lebih rapi, pembagian tugas semakin jelas, dan kerja sama antarkader semakin baik. Irma pun tumbuh menjadi kader yang lebih percaya diri dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat. Perlahan, kepercayaan masyarakat terhadap peran kader mulai meningkat.

Bagi Irma, ilmu yang diperoleh tidak boleh berhenti pada dirinya sendiri. Ia membagikannya kepada tetangga, para ibu, dan ibu hamil di lingkungannya. Meski tidak selalu mendapat respons positif, ia memilih untuk tetap sabar dan konsisten.

“Mengubah orang itu harus pelan-pelan. Kalau sekali tidak didengar, saya coba lagi, kedua kali, ketiga kali,” tuturnya.

Kini, Irma melihat Posyandu Pasir Putih semakin tertata, dengan kader yang lebih percaya diri dan masyarakat yang semakin memahami pentingnya pelayanan Posyandu. Ia bersyukur atas dukungan YNLM, baik melalui peningkatan pengetahuan, pembentukan karakter, maupun dukungan peralatan Posyandu.

Bagi Irma, perubahan ini bukan sekadar tentang peningkatan keterampilan, tetapi juga tentang keberanian untuk belajar, kemauan untuk berbagi, dan ketekunan dalam melayani masyarakat.

Ia berharap para kader terus menjaga semangat dan konsistensi agar manfaat Posyandu dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di setiap tahapan kehidupan.

Kisah Irma menunjukkan bahwa ketika seorang kader mendapatkan kesempatan untuk belajar dan bertumbuh, dampaknya dapat melampaui dirinya sendiri—menjangkau keluarga, lingkungan, dan masyarakat yang lebih luas.

YNLM

Writer & Blogger

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *